Pawisikbali.com – Badung, Loloan Yeh Poh kembali menjadi sorotan warga Canggu dan sekitarnya. Seperti diketahui, Loloan Yeh Poh mulai ditata pada 2023 sebagai daerah penyangga pariwisata. Sayangnya, penataan ini justru menimbulkan permasalahan baru.
Reklamasi loloan ini mempersempit aliran sungai. Hal ini konon menimbulkan endapan tanah yang oleh warga sering disebut dengan tanah timbul. Tanah timbul ini justru seperti terlihat sengaja direklamasi untuk sebuah kepentingan.
Awal 2024, tanah reklamasi ini dipermasalahkan oleh warga karena adanya desas-desus pemerintah daerah menyewakan tanah tersebut kepada investor asing. Pemerintah berkilah bahwa tanah tersebut akan dijadikan lahan parkir. Benar atau tidaknya, biar waktu yang membuktikan.
Bagaimana kondisi Loloan Yeh Poh saat ini. Melalui informasi warga setempat melalui sebuah video, penataan ini justru membuat pemandangan disekitar Loloan Yeh Poh tidak alami dan indah lagi. Selain itu, terlihat juga bahwa di lokasi reklamasi mulai ada giat pembangunan, entah itu untuk apa.

Tak berbeda jauh dengan penataan jalan pinggir pantai. Malahan, terlihat ada proses pembuatan pondasi bangunan permanen. Tentu ini melanggar aturan pembangunan di sepadan pantai. Apalagi, terlihat sangat mepet dengan laut.
“Apakah ini diperbolehkan membangun di area seperti ini?” ujar warga yang tidak mau disebutkan namanya. Warga ini mengungkapkan bahwa dulunya Loloan Yeh Poh adalah tempat dirinya bersama warga lainnya bermain, memancing, hingga bermain layang-layang. Kini, aktivitas seperti ini rasa-rasanya udah tidak bisa lagi dilakukan.
Warga memohon perhatian pemerintah dan pemangku kebijakan untuk benar-benar memperhatikan kelestarian Loloan Yeh Poh. Jika sudah seperti ini siapa yang rugi? Yang untung pastinya investor yang akan memanfaatkan lokasi di sini dan sekitarnya.
Kita lihat saja kedepannya, bagaimana Loloan Yeh Poh. Apakah benar-benar akan ditata menjadi lebih baik? Atau, ditata demi menuruti keinginan investor?



















