Surabaya – Pawisikbali.com, Hasil mengejutkan terjadi dalam lanjutan kompetisi Liga 3 (Liga Nusantara) 2025/2026 Grup D. Perseden Denpasar yang semula diunggulkan justru harus menelan pil pahit setelah dibantai oleh tim asal Papua Tengah, Waanal Brothers FC (WBFC), dengan skor telak 1-4 di Stadion Pasiran, Surabaya, Jumat (16/1).
Kekalahan ini tergolong tidak terduga, mengingat WBFC sempat berstatus sebagai tim juru kunci. Namun, efektivitas serangan balik dan penyelesaian akhir yang tajam membuat Laskar Catur Muka tak berdaya.
Patrick Womsiwor Jadi Mimpi Buruk Perseden
Bintang lapangan dalam laga ini adalah penyerang WBFC, Patrick Alfredo Womsiwor. Ia berhasil mencatatkan hattrick yang menghancurkan mental pertahanan Perseden.
Jalannya pesta gol WBFC dimulai sejak awal babak pertama:
-
Menit 11: WBFC membuka keunggulan melalui eksekusi penalti Patrick Womsiwor setelah terjadi pelanggaran di kotak terlarang. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
-
Babak Kedua: WBFC tampil semakin menggila. Patrick Womsiwor kembali mencetak dua gol tambahan untuk melengkapi catatan hattrick-nya.
-
Gol Pelengkap: Satu gol tambahan WBFC dicetak oleh Marthin Luther, memperlebar jarak menjadi 4-0.
-
Gol Hiburan Perseden: Laskar Catur Muka baru bisa memperkecil ketertinggalan di menit-menit akhir laga melalui gol yang dicetak oleh I Gede Sukadana.
Faktor Kekalahan: Terlalu Percaya Diri
Pelatih Perseden Denpasar, I Wayan Arsana, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya. Ia menilai anak asuhnya tampil terlalu percaya diri sehingga meremehkan lawan yang secara posisi klasemen berada di bawah mereka.
“Kami mengakui tim tampil kurang maksimal hari ini. Ada kesan terlalu percaya diri (overconfident) yang membuat organisasi permainan tidak berjalan. Saya memohon maaf kepada masyarakat Denpasar dan pendukung Perseden atas hasil yang mengecewakan ini,” ungkap Wayan Arsana usai pertandingan.
Rotasi Pemain dan Evaluasi Total
Kekalahan ini juga dipengaruhi oleh absennya beberapa pemain pilar di lini pertahanan serta keputusan melakukan rotasi pada posisi penjaga gawang, di mana kiper pelapis, Bima Adi, diturunkan dalam laga krusial ini.
Hasil ini menjadi alarm keras bagi Perseden Denpasar untuk segera berbenah. Kehilangan tiga poin penting membuat persaingan di papan atas Grup D semakin ketat, dan Laskar Catur Muka wajib menyapu bersih laga sisa jika ingin menjaga asa lolos ke fase berikutnya.













