Manajemen Atlas Beach Club Datangi Kantor PHDI Sampaikan Permohonan Maaf

Simbol agama sesuatu yang sensitif

Peristiwa1374 Views
banner 468x60

Manajemen Atlas Beach Club, yang tengah menjadi perbincangan publik akibat video penayangan simbol Dewa Siwa di layar klub malam tersebut, mendatangi PHDI Bali pada Rabu (5/2/2025) di Jl. Ratna, Denpasar. Mereka diterima oleh jajaran pengurus serta Tim Hukum PHDI Bali.

Delegasi yang hadir dipimpin oleh Tommy Dimas (Humas), bersama Citra Yunita (Direktur Event & Entertainment), Putu Bunga (Humas), Arya Fathur (AVL), Vicha (AVL), Sandi (Show Direction), dan Gung Istri (HRD).

banner 336x280

Dalam pertemuan tersebut, Tommy menyampaikan permohonan maaf atas insiden penayangan simbol Dewa Siwa di Atlas Beach Club. Ia menjelaskan bahwa kejadian tersebut tidak disengaja dan terjadi akibat kesalahan DJ yang memutar visual dari folder yang telah disiapkan oleh pegawai lain. Tommy juga menambahkan bahwa pihaknya telah memberikan keterangan terkait insiden tersebut kepada Polsek Kuta dan Polda Bali.

Kedatangan perwakilan manajemen Atlas Beach Club ke PHDI Bali merupakan respons terhadap somasi terbuka yang dikeluarkan oleh Tim Hukum PHDI Bali pada 2 Februari 2025. Dalam somasi tersebut, PHDI Bali meminta pertanggungjawaban pihak yang terlibat dalam penayangan simbol Dewa Siwa dan menegaskan adanya kemungkinan langkah hukum jika dalam waktu 7×24 jam tidak ada itikad baik dari pihak yang bersangkutan.

Tim Hukum PHDI Bali menilai bahwa penayangan simbol Dewa Siwa di klub malam merupakan tindakan yang tidak pantas dan berpotensi melanggar Pasal 156a KUHP tentang penodaan agama. Dalam ajaran Hindu, Dewa Siwa dipuja di tempat suci seperti pura, bukan ditampilkan di tempat hiburan malam.

Jajaran PHDI Bali yang menerima perwakilan Atlas Beach Club antara lain Ketua PHDI Bali, I Nyoman Kenak, SH, serta Ketua Tim Hukum PHDI Bali, Putu Wirata Dwikora, SH, MH, bersama beberapa anggota tim hukum lainnya. Hadir pula Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka, S.Pd., M.Pd., serta Wakil Ketua Bidang Lingkungan Hidup dan SDA, Ir. Ketut Pasek Linggawangsa.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua PHDI Bali menegaskan bahwa peristiwa ini telah menimbulkan kegaduhan di kalangan umat Hindu dan masih menjadi perbincangan luas. Ia meminta pihak manajemen Atlas Beach Club untuk lebih berhati-hati agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Meskipun telah menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada PHDI Bali, manajemen Atlas Beach Club beserta pihak yang bertanggung jawab atas pemutaran simbol Dewa Siwa diminta untuk menyampaikan permohonan maaf secara tertulis dan terbuka kepada umat Hindu. Permohonan maaf ini harus dinyatakan oleh pejabat tertinggi dalam manajemen, termasuk direktur dan komisaris, bukan hanya staf humas atau pegawai lainnya. Hal ini penting untuk memastikan tanggung jawab menyeluruh dari seluruh jajaran manajemen.

Ketua Tim Hukum PHDI Bali, Putu Wirata Dwikora, menegaskan bahwa insiden ini sangat sensitif dan berpotensi mengganggu harmoni sosial. Oleh karena itu, selain manajemen Atlas Beach Club, dua pegawai yang terlibat langsung dalam pemutaran visual juga diminta memberikan pernyataan resmi guna menjelaskan bagaimana insiden ini bisa terjadi.

Terkait langkah yang akan diambil PHDI Bali, keputusan akan dibuat setelah menerima pernyataan tertulis dan setelah prosesi Guru Piduka dilakukan oleh pihak Atlas Beach Club. Keputusan ini akan mempertimbangkan berbagai pandangan dari umat Hindu serta tindakan yang telah dilakukan oleh pihak manajemen dan pegawai yang terlibat.

Ketua PHDI Bali, Nyoman Kenak, SH, menyatakan bahwa sejak video penayangan simbol Dewa Siwa beredar, reaksi dari umat Hindu sangat beragam, mulai dari kemarahan, kekecewaan, hingga desakan agar kasus ini diproses secara hukum. Beberapa pihak juga menyerukan agar dilakukan upacara Guru Piduka sebagai bentuk permohonan maaf dan pemulihan keseimbangan spiritual.

Kasus ini menjadi perhatian besar karena menyangkut aspek religius yang sangat sensitif dan berpotensi menimbulkan dampak sosial yang lebih luas jika tidak ditangani dengan baik.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.