Akhirnya Polisi Juk WN Rusia Perampok WN Ukraina di Bali

Ngendah bulene ke Bali

banner 468x60

Pawisikbali.com – Badung, Polisi berhasil menangkap seorang warga negara Rusia yang diduga sebagai pemimpin geng kriminal asal Rusia yang terlibat dalam perampokan terhadap warga negara Ukraina di Ungasan, Kuta Selatan, Badung, Bali. Tersangka yang diamankan adalah Khasan Askhabov (30).

Khasan ditangkap di Bandara I Gusti Ngurah Rai pada Kamis malam (30/1) saat berusaha melarikan diri dari kejaran polisi. Kabid Humas Polda Bali, Kombes Ariasandy, mengonfirmasi penangkapan Khasan, yang merupakan salah satu dari sembilan orang yang dilaporkan oleh korban.

banner 336x280

Dalam rekaman video dan foto yang beredar, Khasan terlihat berada di sebuah ruangan saat ditangkap, tampak sedang menggunakan ponsel seolah menghubungi seseorang. Ia kemudian digiring keluar melewati lorong bandara oleh petugas. Saat itu, Khasan mengenakan jaket krem dan celana panjang abu-abu.

Pria dengan ciri khas berewok dan rambut hampir plontos ini dikawal oleh polisi berpakaian preman serta petugas keamanan bandara. Saat ini, ia telah diamankan di Ditreskrimum Polda Bali untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. “Sementara kami amankan di kantor Ditreskrimum untuk mendalami keterlibatannya dalam kasus ini,” ujar Ariasandy.

Ariasandy juga membenarkan bahwa Askhabov berniat meninggalkan Indonesia guna menghindari proses hukum.

Sebelumnya, kasus perampokan ini menimpa seorang warga Ukraina bernama Igor Iermakov pada 15 Desember 2024 di Jalan Tundun Penyu, Ungasan, Kuta Selatan, Badung. Aksi perampokan yang dilakukan oleh empat anggota geng Rusia ini menyebabkan korban mengalami kerugian hingga Rp3,2 miliar.

“Para pelaku mengenakan masker dan membawa senjata seperti pisau, palu, serta pistol,” jelas Ariasandy.

Insiden ini bermula ketika kendaraan korban dihadang oleh dua mobil hitam. Para pelaku kemudian memaksa Iermakov dan sopirnya keluar dari mobil, menutup kepala mereka dengan kain hitam, serta memborgol tangan keduanya.

Setelah itu, korban dibawa ke sebuah vila di Jimbaran dan mengalami kekerasan lebih lanjut. Para pelaku juga merampas ponsel korban dan memaksanya membuka akun Binance untuk mentransfer aset kripto ke alamat tertentu.

Hingga kini, polisi telah memeriksa sembilan saksi terkait kasus ini dan melakukan dua kali prarekonstruksi. Kepolisian juga telah berkoordinasi dengan pihak imigrasi serta Kedutaan Besar Ukraina.

Foto: Imigrasi Ngurah Rai

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.